Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan






Hari Guru Nasional ini bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) yaitu setiap 25 November. Meskipun udah lewat 2 hari tapi semangatnya masih menyala.


Karena kalo mengingat akan jasa para guru pastinya hati ini akan sangat merindukan mereka. Apalagi jika kamu udah gak duduk di bangku sekolah ataupun kuliah lagi.  


Tapi secara hakikatnya guru itu bukan hanya sosok yang biasa berdiri di depan kelas menjelaskan pelajaran. Ataupun sosok yang senantiasa berbaju seragam berada di sebuah sekolah ataupun perguruan tinggi.


Sosok guru bisa disematkan pada siapapun yang telah memberikan ilmu bermanfaat untuk kita semua. Jadi kadang di momen inilah kita bisa mengingat dan merindukan kembali sosok-sosok yang berjasa itu.


PGRI sendiri lahir pada 25 November 1945, diresmikan dalam Keputusan Presiden No 78 Tahun 1994, serta pada hari yang sama diresmikan sebagai Hari Guru Nasional. Dilansir dari Kemdikbud, tema Hari Guru Nasional 2021 kali ini bagi saya sangat menyentuh ketika kita semua sedang berada dalam badai pandemi yang belum juga hilang " Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan."


Kala suasana mulai membaik dengan berbagai upaya untuk menghadapi penyebaran virus Covid-19, dunia pendidikan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sejalan dengan itu, hingga tema Hari Guru Nasional 2021 merupakan" Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan."


Dikutip dari Kemdikbud, strategi pendidkan di masa pasca pandemi juga membiasakan dengan kebutuhan serta bertransformasi dengan teknologi.


Arti dari tema Hari Guru Nasional 2021 yang berbentuk "Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan" itu menjadi acuan para pendidik dalam memusatkan peserta didiknya jadi pemuda serta pemudi yang menguasai perkembangan jaman.




Bergerak dengan hati berarti membawa murid-murid mengenali lebih banyak ilmu pengetahuan dengan empati yang besar supaya mereka dapat menyerap ilmu pengetahuan dengan baik. Makna kata pulihkan pendidikan jelas bersamaan dengan kondisi sebelumnya di mana banyak murid menghadapi kesulitan untuk memperoleh pembelajaran jarak jauh.


Banyak metode yang dapat kita jalani buat menghormati jasa para guru. Salah satunya yakni dengan teratur mengirimkan doa-doa kebaikan kepada mereka. Peringatan Hari Guru Nasional yang diselenggarakan tiap 25 November juga jadi upaya untuk pemerintah buat mengenang, sekalian menghormati jasa para guru yang sudah susah payah mendidik anak-anak bangsa ini. 


Memulihkan pendidikan di tengah suasana pandemi Covid-19 ini memang tidak mudah. Diperlukan kerja sama antara guru, orangtua ataupun wali murid, pemerintah, serta masyarakat luas, supaya pendidikan di negara ini bisa berjalan dengan baik seperti harapan bersama.


Merdeka Belajar yang digagas oleh Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek, jadi suatu upaya buat tingkatkan mutu pembelajaran di negara ini. Termasuk di dalamnya tingkatkan kualitas para guru saat mengajar.




Mengutip pidato Nadiem Makarim dalam peringatan Hari Guru Nasional 2021, kalau semenjak awal kali dicetuskan, saat ini Merdeka Belajar telah berganti dari suatu kebijakan jadi suatu gerakan. Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar sukses melahirkan ribuan inovasi pendidikan.


Gerakan ini kian kokoh sebab ujian yang kita hadapi bersama. Gerakan ini tidak dapat dibendung ataupun diputarbalikkan. Karena, gerakan ini hidup dalam tiap insan guru yang memiliki keberanian buat melangkah ke depan mengarah satu tujuan utama, ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.


Kita pasti setuju kalau guru merupakan sosok yang wajib dihormati dalam kehidupan tiap hari. Jasanya sangat besar untuk kehidupan umat manusia. Ya, sebab guru merupakan orang yang sudah memberikan ilmu kepada kita. Baik pendidikan, ataupun agama.


Apabila direnungi, sangat berat tugas seorang guru. Tidak hanya wajib terus berusaha belajar untuk tingkatkan kualitasnya, ia juga dituntut untuk senantiasa menjaga perilakunya di mana pun berada, terlebih ketika lagi bersama peserta didiknya.


Sekali lagi, ditegaskan kalau tiap guru wajib berupaya mempunyai akhlak yang baik, supaya setiap yang keluar dari mulutnya serta seluruh perilakunya layak dijadikan panutan bersama. Tidak cuma untuk para murid, tetapi untuk masyarakat secara umum. Di manapun seorang guru berada, di sanalah orang- orang akan terbawa aura positifnya. Seluruh perkataan serta perilakunya ibarat magnet yang akan menarik orang-orang di sekitarnya untuk melaksanakan kebaikan.


Penting untuk dipahami bersama kalau tiap orang yang akan menuntut ilmu maka dia wajib mempunyai guru. Carilah guru-guru yang baik, guru yang telah dikenal dengan kemuliaan akhlaknya di tengah warga. Jangan sampai dalam mencari ilmu kita tidak mempunyai guru, misalnya cuma membaca buku-buku tanpa tutorial seorang guru. Karena, belajar bermacam-macam ilmu pengetahuan tanpa guru bisa membuat kita tersesat.


Fathoni Ahmad dalam tulisannya di halaman NU Online, pada 19 November 2021 menguraikan, sebaik- baiknya orang belajar yakni yang memiliki guru. Kemudian gurunya itu memiliki guru lagi serta terus terhubung (wushul) dengan guru-guru yang lain. Seperti itu yang dinamakan sanad keilmuan.


Salam




LihatTutupKomentar